Bab
I. Pendahuluan
1.Latar
Belakang Masalah
Pada masa sekarang
ini telah begitu banyak dihasilkan teknologi yang begitu canggih baik pada
bidang industri dan juga bidang informasi. Begitu juga dengan pompa yang
banyak digunakan oleh masyarakat dan juga di pabrik-pabrik maupun
industri.
Kebutuhan
akan pompa yang semakin meningkat tersebut maka para ahli mulaimenciptakan
berbagai jenis pompa dengan berbagai bentuk dan juga pompa ini memilikifungsi
yang berbeda-beda. Berbagai jenis pompa yang banyak beredar di pasaran memilikikonstruksi yang cukup sederhana sampai
konstruksi yang sangat rumit tergantung dari fungsi pompa itu sendiri.
Diantara
berbagai jenis pompa tersebut salah satunya adalah MULTI PUMP yangterdiri dari beberapa jenis pompa yaitu
pompa sentrifugal, pompa aksial, pompa roda gigi danturbin.Walaupun disebut dengan MULTIPUMP tetapi pompa ini
tidak sama baik dari segi bentuk maupun ukuran dari setiap pompa. Perbedaan yang
terdapat pada setiap jenis pompaini adalah bentuk impeler pompa. Hal ini
diakibatkan oleh kemampuan pompa ataupunkapasitas dan juga jenis fluida yang
akan digunakan pada setiap pompa dalam MULTIPUMP.
2.Tujuan
Pengujian
Tujuan dari percobaan praktikum MULTIPUMP antara lain;
Ø
Dapat
memahami prinsip pengoperasian pompa.
Ø
Dapat
memahami prinsip kerja dan pengoperasian pengukuran yang digunakan dalam
percobaan.
Ø
Dapat
membuat simbol SI.
Ø
Dapat
melaksanakan langkah pengukuran.
Ø Dapat menyelidiki hubungan
antara aliran, head dan efisiensi pada kondisi berbeda dari performasi pompa.
Ø
Dapat
menggambarkan (plot) kurva karakterisktik pompa.
Ø
Dapat
mengadakan evaluasi dan analisa data percobaan.
Ø
Dapat
menentukan putaran spesifik Ns
3.Teknik
Pengambilan Data dalam Pengujian
Data-data yang ada dalam laporan ini diperoleh penulis
dari beberapa sumber antara lain;
1.Melakukan
uji coba di laboratorium Politeknik Negeri Medan
2.Melakukan
konsultasi dengan dosen pembimbing laboratorium
3.Melakukan
diskusi dengan teman-teman di kelas ME-5E.
4.Melakukan
perhitungan dengan menggunakan rumus yang telah tersedia.
Bab II. Tinjauan Pustaka
1.
Defenisi
dan Klasifikasi Pompa
Pompa
Pompa adalah
salah satu mesin fluida yang termasuk dalam golongan mesin kerja. Pompa
berfungsi untuk memindahkan zat cair dari tempat yang rendah ke tempat yang
lebih tinggi karena adanya perbedaan tekanan.
Klasifikasi
Pompa
Klasifikasi pompa secara umum adalah
sebagai berikut :
1. Pompa statis Adalah pompa yang menghasilkan head
dengan
cara menekan fluida.Tekanan dinaikkan untuk menggerakkan fluida dari katup atau
langsung ke saluran buang. Pompa ini diberikan energi secara kontinyu (priodik).
Dan dibedakan atas dua jenis :
a.
Pompa torak
b.
Pompa rotary
2.Pompa
dinamis Pompa yang bertekanan
dinamis dengan cara memberikan energi mekanis kepada fluida yang akan
dipindahkan. Pemberian energi ini secara terus menerus. Yang termasuk ke
dalam jenis pompa ini :
a.
Pompa Sentrifugal
b.
Pompa Efek Khusus
a. Pompa
Sentrifugal
Prinsip kerja
pompa sentrifugal adalah energy mekanis dari luar diberikan pada poros untuk
memutar impeler. Akibatnya fluida yang berada di dalam impeler, oleh dorongan
sudu-sudu akan terlempar menuju saluran keluar. Pada proses ini fluida akan
mendapat percepatan sehingga fluida tersebut mempunyai energi kinetik.
Kecepatan keluar fluida ini selanjutnya akan berkurang dan energy kinetik akan
berubah menjadi energi tekanan di sudu-kinetik akan berubah menjadi energi
tekanan di sudu sudu pengarah atau dalam rumah pompa.
Adapun bagian-bagian utama pompa
sentrifugal adalah poros, impeler dan rumah pompa
Bagian
Utama Pompa Sentrifugal
b. Pompa
Turbin
Dikenal juga dengan pompa vorteks, peripheral, dan
regeneratif. Cairan pada jenis pompa ini
diputar oleh baling – baling impeller dengan kecepatan tinggi
selama hampir dalam satu putaran di dalam saluran yang berbentuk cincin,
tempat impeller tadi berputar. Energi
ditambahkan kecairan dalam impuls. Pompa sumur jenis difuser sering
disebut pompaturbin.
c. Pompa
Axial
Pompa ini
menggunakan impeler jenis axial dan zat cair yang meninggalkan impeler akan
bergerak sepanjang permukaan silinder rumah pompa kearah luar.
d. Pompa
Roda Gigi
Pada pompa Roda
Gigi, fluida masuk melalui sisi isap, kemudian dikurung di antara ruangan
rotor, sehingga tekanan statisnya naik dan fluida akan dikeluarkan melalui sisi
tekan. Contoh tipe pompa ini adalah : screw pump, gear pump dan vane pump
2.
Sistem
Pemindahan Fluida
a. Pompa Aliran Radial
Aliran fluida
masuk impeller sejajar dengan poros pompa dan keluar sudu dengan arah radial. Head yang dihasilkan 50 [m] kolom air dan putaran
spesifik lebih rendah. (pompa ini digunakan jika putaran spesifik yang
dihasilkan pompa 500 ÷ 300 [rpm] dan head yang dicapai diatas 150[ft]).
Pada
jenis ini impeller membuang
cairan ke dalam rumah spiral yangsecara berangsur-angsur berkembang. Ini dibuat
sedemikian rupa untuk mengurangi kecepatan cairan dapat diubah
menjadi tekanan statis. Rumahkeong pompa ganda atau kembar menghasilkan
kesimetrisan yang hampir radial pada
pompa bertekanan tinggi dan pompa yang dirancang untuk operasi
aliran yang sedikit. Rumah keong akan menyeimbangkan beban-beban radial pada
poros pompa sehingga beban akan saling meniadakan,dengan demikian akan
mengurangi beban poros dan resultan lenturan.
b. Impeller tipe francis :
Aliran fliuda
masuk impeller sejajar dengan poros pompa dan keluar sudu dengan arah radial. Head dan putaran spesifiknya lebih rendah.
c. Pompa Aliran Campur
Aliran fluida masuk impeller sejajar dengan arah poros dan keluar dari
impeller dengan arah radial dan aksial. Dibandingkan pompa impeller tipe
francis, head yang dihasilkan
lebih rendah dengan putaranspesifik(4500 ÷ 8000 rpm) yang besar.
3.
Karakteristik
dan Performansi Pompa
Karakteristik
operasi yang terpenting dari pompa adalah:
a.Kapasitas
pompa, ( Q ) adalah volume fluida persatuan waktu
yang dikeluarkan oleh pompa.Satuan yang digunakan adalah m3/detik.
v Dengan
menggunakan tangki volumetrik :
Tangki diisi
sampai volume tertentu kemudian dicatat waktu yang dibutuhkan untuk mengisi
tangki tersebut. Laju aliran dihitung dengan rumus :
Dimana : Q =
Laju aliran yang dihasilkan pompa (m3/detik)
∆V = Volume tangki yang terisi
∆t = Lama waktu pengisian tangki
v Metode
weir
Pengukuran dengan menggunakan weir (bendungan) dapat
dilakukan setiap waktu. Laju aliran air (kapasitas pompa) ditentukan
menggunakan rumus yang sesuai dengan bentuk weir yang digunakan. Lokasi
pengukuran tinggi air dipilih agak ke hulu untuk menghindari kontraksi
permukaan. Tinggi air diukur dengan hook gage (kait ukur).
§ Weir
segitiga (V notch weir)
Rumus yang digunakan : Q
tan 
Dimana :
= Sudut ambang
weir
H =
Ketinggian air yang mengalir diukur dari sudut takik (m)
§ Weir
segiempat (rectangular weir)
Rumus yang digunakan : Q = 1,8 LH
Dimana :
L = Lebar celah weir
H =
Ketinggian air yang mengalir diukur dari sudut takik (m)
§ Weir
trapesium (Trapezoid weir)
Rumus yang digunakan : Q

Dimana :
= Sudut ambang
weir
L = Lebar celah weir
H = Ketinggian air yang mengalir diukur dari
sudut takik (m)
b. Putaran Spesifik Pompa
Ns
= 
Diman : Ns = Putaran spesifik pompa (rpm)
N = Putaran pompa (rpm)
Q = Laju aliran yg dihasilkan pompa (m3/detik)
H = Head fluida yg bdihasilkan pompa (m)
c. Head pompa, ( H ) menyatakan kerja
netto dalam suatu berat fluida yanglewat dari sisi masuk ke sisi keluar pompa.
H
= Hd - Hs
Dimana : H =
Head total pompa (m)
Hd = Head discharge (m)
Hs = Head suction (m)
d.Daya
air, ( Ph ) adalah daya out put pompa yang terukur yang diberikan
energi fluida.
Ph
= ᵧ . Hp . Q
Dimana : Ph = Daya air (watt)
ᵧ =
Berat jenis fluida (kg/m3)
Hp = Head fluida (m) = Hs + Hd
e. Daya pompa
Pp
= T . 
Dimana : Pp = Daya pompa (watt)
T = Torsi pompa (Nm)
= Putaran
pompa (rad/detik) = 
f.Efisiensi
pompa, ( η ) adalah daya hidrolik dibagi dengan input poros pompa.
= Ph / Pp
Dimana :
=
Efisiensi Pompa (%)
Ph = Daya air (watt)
Pp = Daya pompa (watt)
4.
Teknik
Pengumpulan Data untuk Laporan
Dalam rangkaian percobaan perlu
dilakukan prosedur pengukuran agar hasil yang diperoleh dapat sesuai
dengan yang diharapkan.
1.Persiapan data sheet yang diperlukan dalam percobaan.
2.Periksa alat-alat ukur dan kedudukannya (posisi), sebelum
dilakukan pengoperasian.
3.Lakukan pengkalibrasian torsi motor, sbb :
a)Buka sabuk
(belt) yang menghubungkan motor dengan pompa.
b) Switch
“ON” motor dan set kecepatan putar mesin pada kecepatankira-kira 1500 rpm.
c) Tunggu dan
biarkan motor bekerja pada kecepatan 1500 rpmselama kuran lebih 5 menit.
d) Setting alat
penunjuk torsi (torsimeter) pada posisi nol.
e) Putar
screw untuk mendapatkan torsi beam yang balance dengan melihat ujung dari pada
beam menunjukkan tepat di tengah dari notch.
f) Switch “OFF” motor.
4.Pilih pompa yang dioperasikan.
Setelah prosedur pengukuran selesai
dilakukan maka tahap selanjutnyaadalah mengoperasikan pompa yang akan
digunakan.
1.Pompa Sentrifugal
a) Hubungkan belt gigi antara pully motor dan pully pompa sentrifugal.
b) Buka katub pelimpah pada tangki volumetrik.
c)Yakinkan karet
sumbat masuk pompa aliran aksial di bawah tangki volumetrik pada posisi yang
tepat.
d) Tutup katup kontrol aliran.
e) Buka katup pengatur isap.
f) Atur posisi speed meter pada posisi nol.
g) Tekan saklar “ON” motor, dengan memutar pengatur
kecepatan searah jarum jam untuk memberikan posisi kecepatan yang diinginkan .
h) Buka katup pompa sentrifugal.
i) Buka katup pengatur aliran dan atur pula katup pengatur
untuk memberikan laju
aliran yang dibutuhkan.
j)Proses dalam
mematikan/memutuskan hubungan pompasentrifugal dikerjakan dengan urutan
rangkaian yang tepat.
2.Pompa Turbin
a) Hubungkan sabuk gigi antara pully
motor dan pompa turbin.
b) Buka katup pelimpah pada tanki
volumetrik.
c) Yakinkan bahwa karet aliran pompa
aksial tertutup dengan baik.
d ) Tutup katup kontrol aliran.
e) Set kontrol kecepatan motor keposisi
nol sebelum di “ON”.
f) Hidupkan motor dan putar pengontrol kecepatan untuk
mendapatkan kecepatan motor yang diinginkan.
g) Buka katup isolasi dan katup seleksi pompa.
h) Buka katup kontrol aliran dan atur
untuk memperoleh laju aliran yangdikehendaki.
i) Pembacaan tekanan vacum turbin diperoleh dengan membuka
katup tekanan vakum pompa.
3.Pompa Aksial
a) Buka karet sumbat pada dasar tanki volumetrik.
b) Tutup katup pelimpah.
c) Isi tanki volumetrik sampai air melimpah keluar ketanki
penampung dengan pompa sentrifugal atau turbin atau
roda gigi.
d) Hubungkan sabuk antara pully pompa
aksial dengan pully motor.
e) Buka penuh katup pompa aksial.
f) Set kontrol kecepatan pada posisi nol sebelum “ON”.
g) Jalankan motor dengan menekan saklar.
h)Atur putaran motor pompa dengan potensiometer sesuai
dengan yang diinginkan.
i) Catat tekanan tekan dan tekanan isap.
j)Tabulasikan data pada data sheet.
k) Catat ketinggian air pada saluran
dengan hook point.
l) Ulangi percobaan dengan mengatur katup pompa.
m) Matikan Pompa
Bab III. Hasil Pengujian dan Analisa Data
1.Pompa
Sentrifugal
Tabel
1.a Data Hasil Pengujian Pompa Sentrifugal bukaan katup 100%
Hari/Tgl :
No
Perc.
|
Vol
(ltr)
|
t
(detik)
|
Hd
(m)
|
Hs
(m)
|
Torsi
(Nm)
|
Rpm
|
Keterangan
|
1
|
15
|
78
|
0,5
|
-1
|
0,24
|
1100
|
|
2
|
15
|
78
|
0,5
|
-1
|
0,23
|
1100
|
|
3
|
15
|
77
|
0,5
|
0
|
0,24
|
1100
|
|
4
|
15
|
77
|
0,5
|
0
|
0,22
|
1100
|
|
5
|
15
|
78
|
0,5
|
0
|
0,22
|
1100
|
|
Analisa : Setiap Hs dikurangi 1 (-1)
Berat
jenis air = 1000 kg/m3
Jumlah gigi pully motor (Zm)= 23 buah
Jumlah gigi pully pompa (Zp)= 17 buah
N = N motor
rpm
Percobaan
1

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,5 – (-2) = 2,5 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-2+0,5) m . 0,000192 m3/detik
= 0.288
Watt
Pp = T . 
= 0,24 Nm . 
=
0,24 Nm . 
=
37,38 Watt
=
Ph / Pp
=
0,288 Watt/37,38 Watt
=
0,0077
=
0,77 %
Percobaan
2

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,5 – (-2) = 2,5 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-2+0,5) m . 0,000192 m3/detik
= 0.288
Watt
Pp = T . 
= 0,23 Nm . 
=
0,23 Nm . 
=
35,82 Watt
=
Ph / Pp
=
0,288 Watt/35,82 Watt
=
0,00803
=
0,803 %
Percobaan
3
H = Hd - Hs = 0,5 – (-1) = 1,5 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,5) m . 0,000195 m3/detik
= 0.0975
Watt
Pp = T . 
= 0,24 Nm . 
=
0,24 Nm . 
=37,38
Watt
=
Ph / Pp
=
0.0975 Watt/37,38 Watt
=
0,0026
=
0,26 %
Percobaan
4
H = Hd - Hs = 0,5 – (-1) = 1,5 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,5) m . 0,000195 m3/detik
= 0.0975
Watt
Pp = T . 
= 0,22 Nm . 
=
0,22 Nm . 
=
34,26 Watt
=
Ph / Pp
=
0.0975 Watt/34,26 Watt
=
0,0028
=
0,28 %
Percobaan
5

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,5 – (-1) = 1,5 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,5) m . 0,000192 m3/detik
= 0.096Watt
Pp = T . 
= 0,22 Nm . 
=
0,22 Nm . 
=
34,26 Watt
=
Ph / Pp
=
0,096 Watt/34,26 Watt
=
0,0028
=
0,28 %
Tabel
1.b Data Hasil Pengujian Pompa Sentrifugal bukaan katup bervariasi
Hari/Tgl :
No
Perc.
|
Vol
(ltr)
|
t
(detik))
|
Hd
(m)
|
Hs
(m)
|
Torsi
(Nm)
|
Rpm
|
Keterangan
|
1
|
15
|
78
|
0,5
|
0
|
0,23
|
1100
|
100%
|
2
|
15
|
80
|
0,7
|
0
|
0,22
|
1100
|
75%
|
3
|
15
|
83
|
0,7
|
0
|
0,22
|
1100
|
50%
|
4
|
15
|
91
|
0,7
|
0
|
0,22
|
1100
|
25%
|
5
|
15
|
129
|
0,8
|
0
|
0,23
|
1100
|
10%
|
Analisa : Setiap Hs dikurangi 1 (-1)
Berat
jenis air = 1000 kg/m3
Jumlah gigi pully motor (Zm)= 23 buah
Jumlah gigi pully pompa (Zp)= 17 buah
N = N motor
rpm
Percobaan
1

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,5 – (-1) = 1,5 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,5) m . 0,000192 m3/detik
= 0.096Watt
Pp = T . 
= 0,23 Nm . 
=
0,23 Nm . 
=
26,48 Watt
=
Ph / Pp
=
0,096 Watt/26,48 Watt
=
0,0036
=
0,36 %
Percobaan
2
H = Hd - Hs = 0,7 – (-1) = 1,7 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,7) m . 0,000188 m3/detik
= 0.056 Watt
Pp = T . 
= 0,22 Nm . 
=
0,22 Nm . 
=
25,32 Watt
=
Ph / Pp
=
0,056 Watt/25,32 Watt
=
0,0022
=
0,22 %
Percobaan
3

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,7 – (-1) = 1,7 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,7) m . 0,000181 m3/detik
= 0.054 Watt
Pp = T . 
= 0,23 Nm . 
=
0,23 Nm . 
=
26,48 Watt
=
Ph / Pp
=
0,054 Watt/26,48 Watt
=
0,00205
=
0,205 %
Percobaan
4

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,7 – (-1) = 1,7 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,7) m . 0,000165 m3/detik
= 0.0495
Watt
Pp = T . 
= 0,22 Nm . 
=
0,22 Nm . 
=
25,32 Watt
=
Ph / Pp
=
0.0495 Watt
/25,32 Watt
=
0,0019
=
0,19 %
Percobaan
5

m3/detik
H = Hd - Hs = 0,8 – (-1) = 1,8 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,8) m . 0,000165 m3/detik
= 0.033 Watt
Pp = T . 
= 0,23 Nm . 
=
0,23 Nm . 
=
26,48 Watt
=
Ph / Pp
=
0,033 Watt /25,32 Watt
=
0,0013
=
0,13 %
2. Pompa Turbin
Tabel
2.a Data Hasil Pengujian Pompa Turbin bukaan katup 100%
Hari/Tgl :
No
Perc.
|
Vol
(ltr)
|
t
(detik)
|
Hd
(m)
|
Hs
(m)
|
Torsi
(Nm)
|
Rpm
|
Keterangan
|
1
|
15
|
50
|
2
|
1,8
|
1
|
1000
|
|
2
|
15
|
47
|
2
|
1,8
|
0,99
|
1000
|
|
3
|
15
|
38
|
2
|
1,8
|
0,98
|
1000
|
|
4
|
15
|
37
|
2
|
1,8
|
0,99
|
1000
|
|
5
|
15
|
37
|
2
|
1,8
|
0,99
|
1000
|
|
Analisa : Setiap Hs dikurangi 1 (-1)
Berat
jenis air = 1000 kg/m3
Jumlah gigi pully motor (Zm)= 23 buah
Jumlah gigi pully pompa (Zp)= 14 buah
N = N motor
rpm
Percobaan
1

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,0003 m3/detik
= 0.84 Watt
Pp = T . 
= 1 Nm . 
=
1 Nm 
=
189,14 Watt
=
Ph / Pp
=
0.84 Watt /189,14 Watt
=
0,0044
=
0,44 %
Percobaan
2

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,000319 m3/detik
= 0.89 Watt
Pp = T . 
= 0,99 Nm . 
=
0,99 Nm 
=
103,62 Watt
=
Ph / Pp
=
0.89 Watt /103,62 Watt
=
0,0086
=
0,86 %
Percobaan
3

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,000395 m3/detik
= 1,1 Watt
Pp = T . 
= 0,98 Nm . 
=
0,98 Nm 
=
102,57 Watt
=
Ph / Pp
=
1,1 Watt /102,57 Watt
=
0,0107
=
1,07 %
Percobaan
4

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,000405 m3/detik
= 1,135 Watt
Pp = T . 
= 0,99 Nm . 
=
0,99 Nm 
=
103,62 Watt
=
Ph / Pp
=
1,135 Watt /103,62 Watt
=
0,0109
=
1,09 %
Percobaan
5

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,000405 m3/detik
= 1,135 Watt
Pp = T . 
= 0,99 Nm . 
=
0,99 Nm 
=
103,62 Watt
=
Ph / Pp
=
1,135 Watt /103,62 Watt
=
0,0109
=
1,09 %
Tabel
2.b Data Hasil Pengujian Pompa Turbin bukaan katup bervariasi
Hari/Tgl :
No
Perc.
|
Vol
(ltr)
|
t
(detik)
|
Hd
(m)
|
Hs
(m)
|
Torsi
(Nm)
|
Rpm
|
Keterangan
|
1
|
15
|
37
|
2
|
1,8
|
0,99
|
1000
|
100%
|
2
|
15
|
37
|
2
|
1,8
|
1,1
|
1000
|
75%
|
3
|
15
|
37
|
2,3
|
1,9
|
1,3
|
1000
|
50%
|
4
|
15
|
37
|
2,5
|
1,9
|
1,3
|
1000
|
25%
|
5
|
15
|
40
|
4
|
1,5
|
1,6
|
1000
|
10%
|
Analisa : Setiap Hs dikurangi 1 (-1)
Berat
jenis air = 1000 kg/m3
Jumlah gigi pully motor (Zm)= 23 buah
Jumlah gigi pully pompa (Zp)= 14 buah
N = N motor
rpm
Percobaan
1

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,000405 m3/detik
= 1,135 Watt
Pp = T . 
= 0,99 Nm . 
=
0,99 Nm 
=
103,62 Watt
=
Ph / Pp
=
1,135 Watt /103,62 Watt
=
0,0109
=
1,09 %
Percobaan
2

m3/detik
H = Hd - Hs = 2 – 0,8 = 1,2 m

rpm
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,8+2) m . 0,000405 m3/detik
= 1,135 Watt
Pp = T . 
= 1,1 Nm . 
=
1,1 Nm 
=
115,13 Watt
=
Ph / Pp
=
1,135 Watt /115,13 Watt
=
0,0098
=
0,98 %
Percobaan
3

m3/detik
H = Hd - Hs = 2,3 – 0,9 = 1,4 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,9+2,3) m . 0,000405 m3/detik
= 1,296
Watt
Pp = T . 
= 1,3 Nm . 
=
1,3 Nm 
=
136,06 Watt
=
Ph / Pp
=
1,296 Watt /136,06 Watt
=
0,0092
=
0,92 %
Percobaan
4

m3/detik
H = Hd - Hs = 2,5 – 0,9 = 1,6 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,9+2,5) m . 0,000405 m3/detik
= 1,377 Watt
Pp = T . 
= 1,3 Nm . 
=
1,3 Nm 
=
136,06 Watt
=
Ph / Pp
=
1,377 Watt /136,06 Watt
=
0,01012
=
1,012 %
Percobaan
5

m3/detik
H = Hd - Hs = 4 – 0,5 = 3,5 m
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (0,5+4) m . 0,000375 m3/detik
= 1,687 Watt
Pp = T . 
= 1,6 Nm . 
=
1,6 Nm 
=
167,46 Watt
=
Ph / Pp
=
1,687 Watt /167,46 Watt
=
0,01007
=
1,007 %
3.Pompa Aksial
Tabel
3.a Data Hasil Pengujian Pompa Aksial katup 100% dengan menggunakan weir
rectangular
Hari/Tgl :
No
Perc.
|
H
(mm)
|
Hd
(m)
|
Hs
(m)
|
Torsi
(Nm)
|
Rpm
|
Keterangan
|
1
|
31
|
0,49
|
0
|
0,84
|
900
|
|
2
|
31
|
0,48
|
0
|
0,83
|
900
|
|
3
|
30
|
0,47
|
0
|
0,84
|
900
|
|
4
|
29
|
0,46
|
0
|
0,82
|
900
|
|
5
|
28
|
0,47
|
0
|
0,81
|
900
|
|
Analisa : Setiap Hs dikurangi 1 (-1)
L
= 5 cm
Berat
jenis air = 1000 kg/m3
Jumlah gigi pully motor (Zm)= 27 buah
Jumlah gigi pully pompa (Zp)= 14 buah
N = N motor
rpm
Percobaan
1
H = 0,031 m
Q = 1,8 L
= (1,8) (0,05)
(
= 0,000491 m3/detik
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,49) m . 0,000491 m3/detik
= 0,2505 Watt
Pp = T . 
= 0,84 Nm . 
=
0,84 Nm 
=
79,128 Watt
=
Ph / Pp
=
0,2505 Watt
/79,128 Watt
=
0,00316
=
0,316 %
Percobaan
2
H = 0,031 m
Q = 1,8 L
= (1,8) (0,05)
(
= 0,000491 m3/detik
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,48) m . 0,000491 m3/detik
= 0,2554 Watt
Pp = T . 
= 0,84 Nm . 
=
0,84 Nm 
=
79,128 Watt
=
Ph / Pp
=
0,2554 Watt/79,128 Watt
=
0,00322
=
0,322 %
Percobaan
3
H = 0,030 m
Q = 1,8 L
= (1,8) (0,05)
(
= 0,000468 m3/detik
Ph =
ᵧ . Hp . Q
= 1000 kg/m3
. (-1+0,47) m . 0,000491 m3/detik
= 0,2554 Watt
Pp = T . 
= 0,84 Nm . 
=
0,84 Nm 
=
79,128 Watt
=
Ph / Pp
=
0,2554 Watt/79,128 Watt
=
0,00322
=
0,322 %
Tabel
2.b Data Hasil Pengujian Pompa Aksial bukaan katup bervariasi
Dengan menggunakan weir rectangular
Hari/Tgl :
No
Perc.
|
H
(mm)
|
Hd
(m)
|
Hs
(m)
|
Torsi
(Nm)
|
Rpm
|
Keterangan
|
1
|
27
|
0,45
|
0
|
0,82
|
900
|
100%
|
2
|
24
|
0,47
|
0
|
0,8
|
900
|
75%
|
3
|
23
|
0,48
|
0
|
0,83
|
900
|
50%
|
4
|
11
|
0,52
|
0
|
0,77
|
900
|
25%
|
5
|
6
|
0,54
|
0
|
0,76
|
900
|
10%
|
Analisa : Setiap Hs dikurangi 1 (-1)
L = 5 cm
Berat
jenis air = 1000 kg/m3
Jumlah gigi pully motor (Zm)= 27 buah
Jumlah gigi pully pompa (Zp)= 14 buah
N = N motor
rpm
Bab IV. Kesimpulan dan Saran
A.Kesimpulan
1.Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa debit air yang
besar (Q = 6,86m3/s ) dengan Head (H = 2,4 m) dihasilkan oleh pompa
sentrifugal.
2.Begitu juga pompa turbin menghasilkan debit air terbesar
(Q = 5,59 m3/s) dengan Head (H = 3 m).
3.Pompa aksial juga menghasilkan debit air terbesar (Q =
39,09 m3/s) dengan Head (H = 0,9) m)
4.Semakin besar debit air yang dihasilkan pompa, maka Head
pompa akan semakin kecil;
5.Efesiensi rata-rata terendah pada percobaan terjadi pada
pompa aliran aksial, hal ini kemungkinan disebabkan instalasi pada pompa ini
lebih banyak seperti: sambungan
pipa, belokan, diameter pipa dan hal ini menyebabkan besarnya gesekan pada pipa;
6.Rata-rata efesiensi yang dimiliki pompa tidak terlalu
tinggi. Hal ini karena disebabkan tidak
seimbangnya antara daya poros dengan daya hidrolik, dimanadaya hidrolik
sangat ditentukan oleh kapasitas pompa.
B.Saran
1.Dalam melakukan percobaan diharapkan para praktikan
mengikuti prosedur pengukuran dan pengoperasian pompa.
2.Dalam melakukan praktek agar betul-betul teliti dalam
melihat hasil pengukuran.
3.Praktikan diharapkan menyadari pentingnya keselamatan
kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Church, Austin H, (1986), Pompa dan Blower Sentrifugal,
Erlangga, Jakarta.
Detzel F, Sriyono, (1998), Turbin, Pompa dan Kompresor,
Erlangga, Jakarta.
Jeremy J. Kenwood D, (2000),
Detection Cavitation in Centrifugal Pumps, Research
Engineer Rotor Bently Rotor Dynamic, Nevada
Cord. USA.
Munson, Donald F, Young, Theodore H.Okishi, (1985),
Mekanika Fluida, Erlangga,
Jakarta.
Streeter, Benyamin, W, 1992, (1992), Mekanika Fluida,
Jakarta, Erlangga.
Sularso, Tahara Haruo, (2006), Pompa & Kompresor Pemilihan,
Pemakaian dan
Pemeliharaan, Edisi Keenam,
PT.Pradya Paramita, Jakarta.